Kata orang, tiga belas itu angka sial.
Aku nggak percaya. Tapi aku percaya kalau aku nggak pernah suka berurusan dengan angka tiga belas. Dulu, waktu SD, kaos seragam olahragaku bernomor punggung 13, dan nilai mata pelajaran olahragaku waktu SD kmprt banget sampai pernah menyentuh angka 67/100. Aku pernah dapet nomor absen 13, dan waktu itu aku nggak dapet rangking 1 setelah beberapa semester membabat habis gelar bergengsi pada jamannya tersebut.
Sekarang, bahkan dalam dunia perbloggerbukuan, aku harus menunggu satu setengah tahun untuk mengepost Wishful Wednesday, yang ke tiga belas.
Bukan, sebenarnya bukan salah angka tiga belasnya. Kemampuan olahragaku waktu SD memang mengecewakan setengah mati, tapi untung saat aku kuliah sekarang fisik dan kemampuan lariku udah jauh lebih membanggakan. Dan, hai, waktu aku menduduki nomor absen tiga belas, ada anak pindahan di kelasku yang jelas lebih pintar dariku (yang dua semester kemudian berhasil kembali kukalahkan nilai rapornya wkwkwk). Lalu, aku kehilangan akses terhadap emailku dan akun googleku dan, tentu saja, blog ini, jadi aku nggak bisa ngepost apapun setahun ++ belakangan.
Jadi, bolehkah aku kembali merajut mimpi?


