Thursday, February 1, 2018

Pembunuhan Si Biang Gosip dalam "One of Us is Lying"



Hari itu, lima siswa -Simon, Bronwyn, Addy, Cooper, dan Nate- menjalani detensi karena Mr. Avery mendapati mereka membawa ponsel ke sekolah. Yang mengejutkan adalah, Simon meninggal di ruang detensi itu. Hanya mereka berlima yang ada di ruang itu saat kejadian, sehingga empat siswa yang tersisa kemudian dicurigai sebagai pembunuh Simon.

Simon bukanlah siswa yang menonjol di sekolahnya, namun ia memiliki aplikasi gosip About That yang membuatnya tidak bisa diremehkan. Aplikasi itu memberikan informasi tentang gosip-gosip terbaru -yang selalu benar- dari para penghuni sekolah, dan telah memakan banyak korban. Karena aplikasi itu, ada banyak orang yang tidak menyukai Simon.

Bronwyn, gadis dengan otak cemerlang dan tidak pernah melanggar peraturan. Addy, gambaran kecantikan alami. Cooper, pitcher baseball dengan prestasi gemilang. Nate, pemuda dengan catatan kriminal sebagai pengedar narkoba. Awalnya tidak ada yang mencurigakan dari mereka berempat, tetapi kemudian semua orang mengetahui isi draft post About That yang akan dipublikasikan oleh Simon. Keempat orang tersebut akhirnya memiliki motif untuk membunuh Simon. Namun, apakah benar pembunuh Simon adalah salah satu dari mereka, mengingat ada banyak orang yang tidak menyukai Simon?

"Dia putri dan kau atlet," kata Simon. "Dan kau otak. Dan kau kriminal. Kalian semua stereotip film-remaja di dunia nyata."

Siapa di antara mereka yang berbohong?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Peringatan: review kali ini bersifat sangat subyektif. Dengan terus membaca, aku anggap kamu tahu konsekuensinya.

Aku merasa menjadi orang paling labil sedunia ketika membaca cerita ini.

Bagaimana tidak, cerita ini dibuka dengan kematian seseorang, sebelum aku mengenal dengan baik para tokohnya, bahkan aku belum menghapal nama siapapun (kecuali nama korbannya sendiri). Dan bagiku, ini adalah pembukaan cerita yang menarik. Dan akan menjadi pembukaan yang menarik bagi sebagian besar pembaca juga, kurasa. Aku merasa harus segera menentukan sikap untuk berpihak pada siapa, jadi aku penasaran dan tertantang untuk meneruskan ceritanya sampai selesai.

Selanjutnya, penulis mengajak pembaca untuk lebih mengenal kelima tokoh, termasuk dengan beberapa tokoh lain yang pun memiliki andil yang besar dalam cerita ini. Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama dari keempat tersangka secara bergantian, membuat pembaca dapat mengikuti apa yang dilihat dan dipikirkan oleh tokoh-tokoh ini. Dan yang membuatku semakin labil adalah kenyataan bahwa semakin aku membaca cerita dari para tokoh ini, aku semakin tidak tahu harus menempatkan diri di pihak siapa. Ya, Simon adalah korban, tetapi mengapa aku justru menaruh simpati kepada keempat tersangka? Dan mengapa aku juga ikut bersimpati pada para korban About That, padahal mereka bisa jadi membunuh Simon dan melimpahkan kesalahan mereka pada keempat tersangka? Sebuah keanehan, bukan?

Penulis sangat lihat membentuk karakter yang memperkuat suasana cerita. Dari semua tokoh yang ada, aku memfavoritkan Addy. Di awal cerita, mungkin tokoh ini tidak terlihat menonjol dibandingkan yang lain. Namun, bagiku, tokoh ini mengalami perkembangan paling signifikan di akhir cerita. Ia akhirnya bisa tampil sebagai dirinya sendiri, tidak lagi tergantung dengan hubungannya bersama sang mantan. Aku selalu suka dengan karakter yang akhirnya menemukan jati diri, kamu harus tahu.

Yang membuat cerita ini bergitu menarik adalah karena setiap tokoh memiliki kejutan masing-masing. Setiap kejutan selalu disampaikan pada saat yang tepat, membuatku ingin melanjutkannya lagi dan lagi, serta berat untuk meletakkannya barang sejenak. Bagiku, buku ini memang kurang cocok untuk pembaca yang membacanya dengan menjedanya berkali-kali, karena akan mengurangi feelnya. Tahu maksudku, kan?

Aku yakin, kamu pasti bisa menebak ini: akan ada bumbu romansa di dalam cerita ini. Sebagian orang akan menyukainya, sebagian lainnya tidak. Aku adalah bagian dari orang-orang yang prefer tidak perlu ada bumbu romansa, tapi tokoh cowok dalam romansa ini begitu manis. Aku suka dengan tipe-tipe cowok Tan*o (red: renyah di luar, garing dan lembut di dalam), kalau kamu tahu. Jadi, apa boleh buat? 😅

Sejujurnya, satu-satunya hal yang kurang kusukai dari cerita ini adalah tentang akhir ceritanya. Tentang siapa pembunuh Simon, mari kita bicarakan lain kali karena jika kamu membaca langsung ceritanya, aku yakin kamu bisa menebaknya. Yang ingin kusoroti adalah bagaimana penulis membeberkan semua fakta tentang detail pembunuhan di akhir cerita. Mungkin ini tergantung preferensi, tapi aku akan lebih menyukai jika fakta-fakta itu tidak dibeberkan oleh orang yang terlibat secara langsung. Karena, hai, murah hati sekali? Penjahat betulan atau bukan?
Oh ya, tidak ada yang hitam-putih di dunia ini, ingat?

Sejauh ini, One of Us is Lying adalah salah satu novel young-adult-thriller yang ceritanya nyantol banget di otakku. Karakter yang kuat serta kejutan yang tertata rapi membuatnya memorable. Namun saranku, jangan terlalu berekspektasi tinggi pada thriller-nya. Aku menikmati cerita ini sebagai young-adult dan aku sangat menyukainya. Beberapa orang yang membaca buku ini sebagai thriller justru tidak memperoleh sesuai dengan yang mereka inginkan.


Judul: One of Us is Lying
Penulis: Karen M. McManus
Penerjemah: Angelic Zaizai
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN13: 9786020376172
Jumlah halaman: 413
Tanggal terbit: 30 Oktober 2017
(pertama terbit 30 Mei 2017 dengan bahasa asli)
Tanggal baca: 13-14 Januari 2018

Rating:
⭐⭐⭐⭐

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamu sudah baca? Bagaimana menurutmu?


No comments:

Post a Comment

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...