Thursday, May 4, 2017

[Review] Belajar dari Semesta [GIVEAWAY]


"Aku masih bisa belajar selama aku masih hidup. Terutama jika aku bisa lebih peka dalam memandang semua hal di sekelilingku."
Hiking University of My Life

Aku hanya ingin mengabarkan bahwa rumus sederhana agar kita bisa melihat pelangi adalah matahari dan hujan. Artinya, kita bisa meraih kesuksesan karena ada usaha dan perjuangan.
Have you ever mused what nature teaches us?

"Apa kita masih bisa bersyukur ketika hidup sedang tidak baik? Burung di atas atap yang kulihat pagi itu mengajarkan aku untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan, 'Ya, aku bisa bersyukur!'"
Burung di Atap

Kalau kata orang, belajar tak melulu harus di bangku sekolah. Buku ini menunjukkan pada pembacanya bahwa ilmu bisa didapatkan dari mana saja, termasuk dari hal-hal yang mungkin selama ini kita anggap hal yang remeh.

Pernahkah kita mencoba peka terhadap sekitar dan akhirnya sadar bahwa alam semesta ini sedang mencoba memberikan ilmunya pada kita? Entah itu semut yang berbaris menuju makanan, laba-laba yang menjerat mangsa di sarang, pelangi yang muncul sesudah hujan, dan hujan yang terus turun membasahi bumi?

"Tidak semestinya aku bersembunyi di dalam lingkaran rutinitas, menghindari diri dari memberi sapaan atau bahkan sekadar sebuah salam, dan memberi label di jidat: introvert."
Tuhan Mengirimkan Hujan Kepada Ku

Belajar dari Semesta adalah kumpulan cerita nyata dari para penulisnya, tentang bagaimana alam semesta sedang mencoba memberikan hikmah pada mereka yang tengah mengalami masa-masa sulit dalam hidup.

Buku ini terdiri dari dua puluh kisah menarik, yaitu:
Catatan Pui Si Semut (Adi Saputra)
The Crying of Sky (Aira Arsitha)
Berani Izinkan Petir Datang? (Aprilia Kumala)
Matahari + Hujan = Pelangi (Ariany Prisatutiek)
Hiking University of My Life (Arista Devi)
Kisah tentang Senja (Arrifa'ah)
Secercah Harapan di Balik Kabut Kelam (Awiek Libra)
Air (Aw Wibowo)
Burung di Atap (Cindy Wijaya)
Tuhan Mengirimkan Hujan Kepada Aku (Dedek Fidelis Sinabutar)
Yakinkan Keberhasilan Milik Kita (Dwi Rahmawaty)
Seekor Laba-Laba dalam Sebuah Perenungan (Faaris El-Qolam)
Ulat Cantik (Fadila Hanum)
Menikmati Hidup Seperti Hujan (Faricha Hasan)
Manusia Pembelajar (Ferdaner Humairah Putri)
Sebuah Elegi Pagi Tanpa Matahari (Ibu Atoirahman)
Kutilang Kecil itu Menyadarkanku (Lia Damay Hati)
Mem-Batman-kan Diri (Linda Satibi)
Aku Ingin Hidup Sebagai Pohon (Machmud Yunus)
Membaca Air (Meilina Widyawati)

Karena ditulis oleh banyak orang, seperti antologi pada umumnya, buku ini sangat kaya akan gaya bahasa dari tiap penulisnya. Cerita favoritku adalah The Crying of Sky. Namun karena selera orang berbeda, aku yakin akan muncul cerita favorit yang berbeda dari pembaca yang berbeda pula.

Yang agak kusoroti di sini, apakah naskah antologi hasil audisi semacam ini juga mendapatkan perlakuan editing yang sama seperti novel atau buku-buku semacam itu? Aku merasa editingnya kurang matang. Editor juga sepertinya melupakan detail seperti judul, di mana seharusnya tidak semua huruf di awal kata harus menggunakan huruf kapital. Kata depan, misalnya.

Untukku pribadi, yang notabene punya mata minus dan silinder yang entah kapan akan sembuh, warna font tulisan yang bukan warna gelap, cukup mengganggu. Warna tulisannya hijau, kertasnya kertas novel pada umumnya yang agak kuning-kuning gitu. Agak bikin pusing sih, makanya aku nggak sanggup membacanya dalam sekali atau dua kali duduk. Kalau pembaca lain ternyata memang tidak merasakan masalah yang sama, silakan salahkan mataku.

"Laba-laba tak pernah ragu untuk tetap berada di sarangnya menunggu mangsa. Dia tak pernah pergi dari sarang. Tapi bukan berarti dia tak mau berikhtiar mencari makan. Bahkan diamnya di sarang merupakan bentuk ikhtiarnya. Menjebak dan menjerat mangsanya. Dia selalu yakin bahwa mangsanya akan tetap datang. Tak sekali pun dia memindahkan sarangnya. Karena dia yakin terhadap kemurahan-Nya, rezeki dari-Nya. Rasa syukurnya mampu membuatnya bertahan."
Seekor Laba-Laba dalam Sebuah Perenungan

Judul: Belajar dari Semesta
Penulis: Fadila Hanum, dkk.
Penerbit: Indiva
ISBN: 978-602-6334-23-7
Jumlah halaman: 184
Tanggal terbit: Februari 2017

Rating:
⭐⭐⭐

sumber
semua orang fokus ke Seunghoon, aku fokus ke Mino wkwk.






















😍😍😍 GIVEAWAY TIME!!! 😍😍😍


Ada satu buah buku Belajar dari Semesta buat kamu yang beruntung. Syaratnya nggak usah ribet-ribet, karena kita semua #katakantidakpadasyaratgiveawayribet πŸ˜†πŸ˜†

1. Follow blog ini, bisa lewat Google Friend Connect atau email (tombolnya ada di sidebar sebelah kanan kalian🠞🠞🠞)

2. Follow akun twitter @widywenny dan @penerbitindiva, serta akun instagram @penerbitindiva.

3. Share link giveaway ini, jangan lupa mention @widywenny, @penerbitindiva, dan gunakan tagar #BDSIndiva.

4. Jawab pertanyaan ini:
Sebutkan salah satu fenomena alam yang sering kamu temui, dan apa hikmah di balik fenomena alam tersebut?
Menurutku, hujan membuatku ingat mantan mengajarkan kita bahwa kita harus siap untuk diterjunkan ke mana saja, ke laut kek, ke sungai kek, ke gurun kek, yang penting bermanfaat.

5. Komentar di post ini dengan format:
Nama:
Akun twittter:
Link share:
Domisili:
Jawaban:

Giveaway berlangsung dari post ini dipublish sampai 8 Mei 2017 pukul 23.59.59.
Ada pertanyaan? Colek-colek aku di twitter ya.

Semoga beruntung!



Pemenang: @nakgent


19 comments:

  1. Nama: Sandra Hamidah
    Email: sandra.artsense@gmail.com
    Twitter: @Sandra_artsense
    Domisili: Bandung
    Link share:
    https://mobile.twitter.com/Sandra_artsense/status/860052957600948225

    Dear kak, salam kenal ya makasih banyak kesempatannya.. kalau ditanya soal fenomena alam yang sering saya temui adalah sering munculnya tanaman baru di rooftop garden milik keluarga kami. Misalnya saja kedatangan tanaman Jade, Morning Glory, rumput hias dan tanaman yang menyerupai bunga Jepun versi bonsai tiba-tiba nyasar di pot dan tumbuh dengan indahnya, sedangkan tanaman yang kami beli, kami rawat malah mati terkena hama huhu. Hikmahnya adalah yang baik menurut kami ternyata belum tentu baik menurut Tuhan, karena Tuhan selalu memberi yang terbaik atau mengganti dengan yang jauh lebih baik. Setelah membaca literatur tanaman yang mati seperti Mawar, Lavender, Rosemarry dan Papermint justru tidak baik dihirup oleh Ibu hamil seperti saya (kecuali Lavender kak). Menurutku hal seperti ini unik, berkebun memberikan waktu pada kami untuk earthing dan bercengkrama dengan alam semesta, kami selalu mengajak ngobrol tanaman agar mereka mengirim sinyal pada tanah supaya rumah kami tidak kekurangan air^^.

    ReplyDelete
  2. Nama: Siti Faridah
    Akun twittter: @sitifaridah
    Link share: https://mobile.twitter.com/sitifaridah96/status/860094813236060161?p=v
    Domisili: Kendal-Jawa Tengah
    Jawaban: Fenomena alam banjir mengingatkan saya akan teman seperjuangan meraih masa depan. Teringat dulu di kala masih SMP,saya harus bergotong royong membersihkan ruangan kelas bersama teman-teman satu kelas sampai bersih dan masa-masa itulah yang membuat saya kangen saat ini,kebersamaan yang tak terlupakan sepanjang hidupa saya karena sekarang jarang bertemu dan sudah sibuk dengan dunia masing-masing. Selain itu fenomena banjir juga mengingatkan saya akan Try Out SMK di tahun 2014 karena fenomena alam banjirlah saya harus berjuang agar sampai dengan selamat sampai ke sekolahan dan mengikuti Try Out. Alhamdulilah usaha saya tak sia-sia karena angkot yang saya naiki waktu itu tetap menerjang banjir walaupun harus mogok selama satu jam dan sayapun bahagia karena saat sampai di sekolahan saya belum terlambat dan Try Out diundur. Alhamdulilah lega rasanya bisa mengikuti Try Out dan tidak terlambat.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Nama : Hamdatun Nupus
    Akun Twitter : @HamdatunNupus
    Link Share : https://twitter.com/HamdatunNupus/status/860127211461894144
    Domisili : Depok, Jawabarat

    Jawaban :

    Fenomena alam yg Lagi sering banget ku liat belakangan ini yaitu, Turunnya hujan yg berkepanjangan.

    Bulan april sudah berlalu, tapi hujan seakan tak mau surut. Sepanjang sore menjelang Malam derasnya hujan kadang turun Tanpa ampun.

    Apalagi di wilayah rumah, selalu saja Ada pemadaman listrik tiap Kali hujan lebat. Kami sekeluarga harus selalu sedia lilin setiap waktu, kadang pemadaman bisa berlangsung hingga pagi hari nya.

    Aku bersyukur tinggal didataran tinggi yg alhamdulillah bebas banjir Karena masih banyak pepohonan juga sebagai media penyerapan air, nggak kebayang di wilayah lain yg harus bersahabat dgn banjir setiap harinya.

    Menurutku, fenomena alam ini bisa jadi teguran dari sang pencipta. Kita tahu betul bahwa hujan merupakan rejeki yg diberikan langsung oleh Tuhan kpd seluruh makhlukNya. Tapi bisa jadi hujan ini sengaja diturunkan sebagai istidraj bagi orang2 yg jauh dari Tuhan, agar sebagian orang2 itu lalai Dan sengaja dibiarkan kufur nikmat (Naudzubillah).

    Tuhan mungkin sedang rindu rengekan kita, ingin melihat upaya2 kita lebih banyak Lagi utk mendapat ridhaNya. Who knows?.

    Semoga kita bisa kembali pada Jalan Tuhan yg lurus Dan lebih banyak bersyukur sehingga hujan berikutnya benar2 menjadi rejeki bagi semua makhlukNya ciptaanNya. Amiinnnn

    ReplyDelete
  5. Nama: Elsita F. Mokodompit
    Twitter: @sitasiska95
    Link: https://twitter.com/sitasiska95/status/860244986003980288
    Domisili: Morowali, Sulawesi Tengah

    Fenomena alam yang sering saya temui dan paling dekat dengan hidup saya adalah pergantian siang dan malam. Hikmah yang bisa dipetik darinya ada banyak, misal:
    1. Bahwa segala sesuatu berjalan sesuai dengan aturan dan kehendak Tuhan. Buktinya, siang tidak pernah terlambat datang apalagi tertukar dengan malam
    2. Life is keep going on. Apapun yang terjadi dalam hidup hari in, dunia tetap akan berjalan sebagaimana mestinya. Pagi selalu datang, petang selalu pulang. Jadi, yang harusnya saya lakukan adalah mensyukuri nikmatnya, bukan mengutuki kesusahan yang saya alami.

    ReplyDelete
  6. Nama : dera devalina rosilia
    Akun twitter : @deradevalina
    Link share:
    https://mobile.twitter.com/deradevalina/status/860136415816011776?p=v

    Domisili : belinyu, bangka

    Jawaban :
    Fenomena alam yang sering aku temui petir, kalo udah hujan lebat, alamat bakal ada petir apalagi sekarang sekarang ini cuaca ekstrim sering muncul petir secara tiba tiba, itu bikin jantung berdebar debar *kayak ketemu gebetan heheh..
    Kaget sendiri, pernah waktu itu modem telpon kena sambar petir sampe ada bunyi ledakan kecil gitu ada percikan api pas modemnya tepat didekat aku, bikin trauma banget ama yang namanya petir
    Hikmahnya: sekarang kalo ada petir apalagi udah mulai gede petirnya, si modem langsung dimatiin mulai jaga jaga alat elektronik yang memungkinkan bisa kena sambar langsung dimatiin, jadi lebih waspada dan ngak lagi ngeremehin fenomena alam satu ini..

    ReplyDelete
  7. Nama: Muhammad Syaiful Ramadhan
    Akun twittter: @gopong
    Link share: https://twitter.com/gopong/status/860431467645550592
    Domisili: Perbaungan, Sumut
    Jawaban:
    Fenomena alam yang saya temui adalah hujan, hujan bisa datang hampir disetip hari. Hikmah yang dapat diambil dari hujan yaitu air yang turun dari hujan akan menjadi sumber air yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup didunia. Hujan juga dapat membuat suatu yang gersang menjadi sejuk. Hikmah lainnya adalah terhentinya segala hiruk pikuk atau aktifitas orang-orang yang berada diluar.

    ReplyDelete
  8. Nama : Isro'in Tri Masruroh
    Akun Twitter : @isro_in
    Link Share : https://mobile.twitter.com/isro_in/status/860736677685248000?p=v
    Domisili : Tulungagung, Jatim
    Jawaban : Pelangi
    Walaupun Fenomena Alam ini tidak sering kita temui, tapi Pelangi mengandung banyak hikmah, yaitu :
    1. "Setiap Kesulitan Pasti ada Kemudahan"
    Karena Pelangi muncul setelah datangnya Hujan. Hal ini memberi kita hikmah bahwa Untuk mendapatkan sesuatu yang Indah, kita harus melewati banyak rintangan atau bekerja keras lebih dahulu. Jadi hikmahnya adalah tidak ada kesuksesan yang mudah digapai dengan cara instan dan kerja keras itulah yang akan berbuah manis suatu hari nanti.
    2. "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua"
    Kita tentu tahu bahwa Pelangi mempunyai warna yang berbeda, meskipun begitu perbedaan ini tetap Indah bila kita lihat. Hikmahnya adalah semua makhluk hidup itu memang berbeda, namun bila kita menyadari dan menerima perbedaan itu semua akan menjadi indah dan damai.
    3. "Semua yang Hidup akan kembali KepadaNya"
    Kehadiran Pelangi yang hanya sesaat tetapi penuh dengan Keindahan, memberikan Hikmah bahwa Kehidupan di dunia ini tidak akan berjalan selamanya dan kita pasti akan kembali kepada yang memberi kita Hidup. Jadi lakukan yang terbaik untuk Hidup kita :)

    ReplyDelete
  9. Nama: Aulia
    Akun twittter: @nunaalia
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/860758201599270913
    Domisili: Serang
    Jawaban:

    Sebutkan salah satu fenomena alam yang sering kamu temui, dan apa hikmah di balik fenomena alam tersebut?

    Semut yang selalu saling bersentuhan ketika berpapasan, katanya mereka sedang bersalaman :D Ini mengajarkan kita tentang silaturahmi yang memang harus terus dijaga.

    Semut juga selalu membantu temannya jika ada yang menemukan makanan dan bersama-sama membawanya ke sarang mereka untuk mereka makan bersama. Ini mengajarkan kita tentang gotong royong, dan juga saling berbagi.

    Allah SWT memang Maha Besar. Meskipun semut makhluk yang kecil, tapi bisa memberikan pelajaran yang besar kepada kita.

    ReplyDelete
  10. Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Link share: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/860902584982228992?p=v
    Domisili: Surakarta
    Pelangi. Hikmah yang terkandung dari munculnya pelangi adalah:
    1. Dia tidak hanya satu warna, namun memiliki banyak warna (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu). Tuhan pun menciptakan manusia dengan beragam, baik ras, agama, adat, warna kulit, dll. Perbedaan yang diciptakan Tuhan membuat dunia lebih bewarna. Jika semua manusia bisa bersatu dan hidup rukun maka akan sangat indah seperti pelangi.
    2. Ada pepatah mengatakan there is a rainbow after the rain falls. Hujan ibarat kegagalan dan Pelangi ibarat kesuksesan. Setiap kegagalan seseorang yang mau berusaha pasti akan membuahkan sebuah kesuksesan yang akan membuat hidupnya lebih cerah dan berwarna.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Nama: Sinta Legian
    Akun twittter: @sinta_legian
    Link share: https://twitter.com/sinta_legian/status/861075639004143616
    Domisili: Bogor
    Jawaban: Menurutku angin mengajarkan kita untuk tidak terlena saat semilir dan menjadi lebih kuat saat menjadi topan. Saya pernah mendengar kisah tentang para angin yang ingin menjatuhkan monyet dari pohonnya. Angin-angin yang kuat seperti puting beliung, topan, bahorok, dll gagal menjatuhkannya. Yang menang justru adalah angin semilir karena berhasil membuat sang monyet terlena hingga terlelap dan terjatuh. Saat kita sedang berada di “atas” justru rintangan-rintangan yang besar membuat kita semakin kuat. Tapi seringkali kita tidak waspada dengan kesenangan dan ketenangan yang menyelimuti sehingga kita terlena dan malas untuk terus mengejar impian. Jangan sampai terpedaya dengan pujian yang membuai sehingga kita merasa sudah paling benar dan paling baik. Jangan sampai memusuhi orang yang sering mengkritik diri kita, karena mungkin itulah yang bisa membuat kita memperbaiki diri dan tetap di "atas" bahkan terus naik. Itu pelajaran yang saya suka dari angin.

    ReplyDelete
  13. Nama: Rizki Fitriani
    Twitter: @Kikii_Rye
    Link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/861221053510451200
    Domisili: Sidoarjo

    Fenomena yg sering kutemui adalah Tumbuhnya Rumput liar yang mampu hidup di berbagai tempat.
    Dari rumput liar aku belajar banyak hal. Dia mudah beradaptasi demi mempertahankan diri. Meski ia sering di injak oleh orang yg menganggapnya tak berarti, ia tetap bersyukur dpt merasakan sinar matahari, menghirup udara di bumi sebelum hidupnya terenggut dg cara yg keji.
    Dari rumput liar aku belajar qrti hidup, bahwa kita perlu menikmati dan menjalani hidup selagi diberi kesempatan utk mengarungi perjalanan panjang. Tak peduli dimana kita tinggal, tak peduli bagaimana cemoohan yg dilontarkan orang, kita tetap harus berusaha. Berusaha yg terbaik dlm hidup kita sebelum semua kenikmatan yg kita miliki di ambil oleh sang kuasa. Selagi kita bisa, kita harus mencoba, pantang menyerah dan terus berusaha.

    ReplyDelete
  14. Nama: Desita Wahyuningtias
    Akun twittter: @desitaw97
    Link share: https://twitter.com/desitaw97/status/861374766606712832
    Domisili: Surakarta
    Jawaban:
    Fenomena alam yg sering ditemui yaitu pergantian siang dan malam.
    Dari situ saya belajar tidak ada yang kekal selain Dia. Sebagaimana kehidupan seorang makhluk, ada kalanya terang ada kalanya gelap. Tapi bukan berarti Tuhan membenci, ia menyediakan waktu khusus supaya kita bisa beristirahat. Mengingatkan kita bahwa apa yang kita rasakan sekarang adalah miliknya dan kelak harus kita kembalikan. Jadi kita sesekali diajarkan kehilangan agar nantinya dapat ikhlas sepenuh hati ketika apa yg kita nikmati sekarang Ia ambil kembali. Toh Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, jadi relakan saja sesuatu yang usang karena telah kita pakai. Percaya bahwa kelak Dia menyediakan yang lebih baik dan lebih kekal.

    ReplyDelete
  15. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Link Share: https://twitter.com/DiddySyaputra/status/861581371466055681
    Domisili: Tembilahan, Riau

    Karena daerahku dataran rendah. Jadi mau gak mau fenomena alam yang seringkali terjumpai itu banjir. Apalagi dengan curah hujan yang gak beraturan sekarang. Siap gak siap banjir akan selalu akrab menggenangi perumahan. Kenyataannya memang dampak buruk banjir cukup begitu menyusahkan. Namun yang perlu digaris bawahi hakikat sebenarnya banjir mengajarkan kita untuk lebih peka menggali makna dari peristiwa tersebut. Gak ada yang menjadi hak kita sepenuhnya. Semua sudah diatur. Kita gak bisa memilih takdir, yang kita punya hanya pilihan untuk menghadapinya, begitu pun dengan banjir.

    Beberapa pelajaran berharga yang dapat dimaknai ketika adanya peristiwa banjir, diantaranya banjir itu memaksa manusia berpikir kreatif. Sebab orang yang terkena banjir dipaksa untuk memikirkan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi banjir tersebut. Pelajaran yang lain misalnya banjir juga membuat orang untuk saling peduli sesama. Kepedulian atas orang lain bisa saja terjadi akibat adanya peristiwa yang membuat kita untuk saling peduli, dan banjir itu adalah peristiwa yang bisa hadir untuk membuat manusia saling menolong, tapi yang pastinya gak bisa juga kita pungkiri bahwa kadang sebagian orang pula mengandalkan peristiwa-peristiwa alam ini untuk menjalankan aksi buruknya.

    Hikmah yang lain yang dapat orang pelajari adalah banjir itu kadang secara gak langsung memberikan pekerjaan bagi sesama, entah karena pertolongan antara satu dengan yang lain ataupun karena diantara beberapa peristiwa banjir itu ada pekerjaan yang mendatangkan uang bagi beberapa orang yang biasanya menyeberangkan motor dengan rakit-rakit kayu seadanya dan sebagainya. Memang selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa, entah itu baik atau buruk, semua harus diterima dan dijadikan pelajaran kedepannya.

    ReplyDelete
  16. Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Link share: https://twitter.com/Rinafiitri/status/861576554064760832
    Domisili: Aceh
    Jawaban:
    Sebutkan salah satu fenomena alam yang sering kamu temui, dan apa hikmah di balik fenomena alam tersebut?

    Bagiku yang tinggal di Aceh ini, rasanya gempa adalah fenomena alam yang sering kutemui. Jangan heran ketika pergi kesini dan melihat orang-orang hanya keluar sebentar dari rumah ketika gempa terjadi, kemudian masuk kembali ketika sudah berhenti. Kami sudah terlalu terbiasa dengan itu. Tapi tetap, ketakutan selalu ada ketika gempa terjadi. Teringat peristiwa yang terjadi 12 tahun yang lalu, tsunami. Tapi ada hikmah yang sangat besar di balik peristiwa yang dahsyat tersebut, yaitu perdamaian. Ada ratusan nyawa yang harus dikorbankan demi terwujudnya perdamaian. Perdamaian bagaikan hadiah yang diberikan oleh Tuhan untuk menghibur kami yang sedang bersedih karen kehilangan orang-orang yang kami cintai. Aku tidak tahu bagaimana kondisi Aceh sekarang jika tidak terjadi tsunami yang kemudian melahirkan MoU Helsinki. Intinya, peristiwa sedahsyat apapun dan mungkin kita berpikir itu hanya menimbulkan kerugian serta korban jiwa, tetap ada hikmah di baliknya yang Allah berikan.

    Hikmah lainnya, kami dituntut untuk selalu siap. Kami tidak pernah tahu mana diantara gempa-gempa yang terjadi yang berpotensi tsunami. Tau-tau mungkin kami sudah menjadi salah satu korbannya. Oleh sebab itulah, aku pribadi tidak bisa menganut prinsip "bersenang-senang sekarang bertaubat kemudian", itu terlalu berisiko.

    ReplyDelete
  17. Nama : Khairunnisa Istiyana
    Akun Twitter : @NisaInWord
    Link Share : https://twitter.com/NisaInWord/status/861605699494723584
    Domisili : Bekasi
    Jawaban :

    Ke Ironisan antar Matahari dan Bintang.

    Sebenarnya matahari itu bintang. Bintang yang tumbuh besar, sangat panas dan tak bisa di sentuh. Sedangkan bintang yang sering kita pikirkan mungil, cantik dan bisa di raih kapan saja.

    Ini mengajarkan, semua orang sama, ada yang naik daun ataupun yang paling bawah.
    Bintang tak seperti yang kita bayangkan, dia juga mungkin panas dan besar, bagaima manusia yang terlihat pendiam bila di ejek belum tentu tak kesal.

    Belajarlah dari matahari yang selalu bersinar membantu yang lain,
    Bekajsrlah seperti bintang yang pandai dalam menghibur kala gulita tiba.
    Belajarlah dari matahari dan bintang yang sama tapi beda dalamnya, seperti perasaan manusia yang sama tapi memiliki perasaannya msing-masing.

    ReplyDelete
  18. Nama: Tika Kurniawati
    Twitter: @tika_mimosa
    Link share: https://twitter.com/tika_mimosa/status/861596086913257472
    Domisili: Kediri

    Sebagai anak 90an, dulu saya sering bluron (mandi/berenang) di sungai belakang rumah. Sungai yang 'condition-able' untuk bermain para bocah-bocah umuran SD pada zaman itu. Pinggirnya datar seperti di pantai. It's so fun for playing sands! Sungai itu tak pernah kering meski kemarau panjang (saat itu musim masih teratur ya, kemarau-penghujan lamanya masing-masing kisaran 6 bulan). Sekarang? Kemarau baru berjalan sedikit saja airnya sudah kering sekering-keringnya. Pinggirnya longsor. Ya mana asik untuk bermain. Berbahaya, iya. Sementara di daerah lain, banjir sebanjir-banjirnya.

    Hikmah: Menyenangkan saat-saat kita bisa menikmati alam, namun mungkin kita lupa menjaganya agar tetap lestari. Bumi mulai tua (semoga tidak terjadi penuaan dini seperti para gadis yang sudah repot berburu krim anti-aging di usianya yang baru menginjak 20an), sepertinya juga 'sedikit amnesia' yang berakibat musim dan cauca tak teratur. Banyaklah faktor yang membuat alam ini menangis, salah satunya penggundulan hutan. Ah, saya jadi teringat kalimat status seorang pengguna FB (Randi Indra Cristian Blue), "Manusia adalah makhluk satu-satunya yang dapat menebang pohon, mengolahnya menjadi lembaran kertas, dan menulis, Stop Penggundulan Hutan di atas kertas tersebut."

    ReplyDelete
  19. Nama: Ardhini Maharani
    Akun Twitter: @nakgent
    Link Share: https://twitter.com/nakgent/status/861619789390782464
    Domisili: Yogyakarta
    Jawaban:

    Fenomena alam yang sering saya temui dan paling saya suka itu adalah Petrichor. Apa itu Petrichor? Jadi petrichor adalah bau yang dihasilkan ketika hujan baru saja turun di tanah yang kering, seringnya saya sih menyebutnya "bau tanah".

    Hmm terus apa hikmah dari petrichor?
    Menurut saya, fenomena petrichor ini merupakan salah satu cara Tuhan untuk mengatur dunia ini yahh semacam "semua makhluk Tuhan diciptakan dengan kelebihannya masing-masing" Kenapa saya bilang seperti itu? Karena ketika bau tanah ini muncul, bau tersebut juga dibarengi dengan keluarnya senyawa geosmin dari dalam tanah. Senyawa geosmin itu berguna untuk menunda benih berkecambah dan mengalami pertumbuhan dini. Artinya, kan diawal musim hujan, air masih belum pasti ada atau tidaknya, dengan mengeluarkan senyawa ini maka tumbuhan melindungi benihnya agar tidak segera tumbuh dan menunggu waktu yang lebih pas untuk tumbuh.
    Selain itu senyawa geosmin ini juga sangat berguna bagi makhluk hidup lainnya seperti unta, contohnya. Seekor unta bisa menemukan air yang begitu jauh bahkan hingga lebih dari 5 mil, juga karena bau dari senyawa satu ini.Sedangkan senyawa geosmin ini biasanya muncul karena peristiwa petrichor tadi
    Sungguh besar kuasa Tuhan yang menciptakan makhluknya dengan "sempurna" dan saling bisa membantu keberlangsungan hidup satu sama lain. Bagi manusia-pun, banyak yang bilang suasana dan bau yang ditimbulkan ketika fenomena petrichor ini terjadi sungguh menenangkan dan enak. Tuh kan dengan satu fenomena saja, banyak makhluk yang diuntungkan. Keren!!

    ReplyDelete

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...