Saturday, April 27, 2013

[Review] Bittersweet Rain by Sandra Brown

Judul : Dalam Derai Hujan

Judul asli: Bittersweet Rain

Penulis : Sandra Brown

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit : 2005 (1984 dalam bahasa asli)

Halaman : 390

Rating : 3-stars







Dua belas tahun yang lalu, Rink Lancaster --putra dari orang paling kaya di Winstonville, Roscoe Lancaster-- bertemu dengan Caroline Dawson --putri Pete Dawson, lelaki miskin pemabuk--.  Mereka terlibat cinta remaja yang menggairahkan. Pada akhir musim panas tahun itu, di pinggir hutan, mereka hampir saja melakukan hal terlarang, apalagi saat itu Caroline masih di bawah umur. Namun setelah kejadian itu, Rink menghilang entah ke mana.

Caroline justru dengan begitu mengejutkan menikah dengan Roscoe Lancaster, ayah Rink, demi memperbaiki citranya dan demi bisa tinggal di The Retreat, rumah kebanggaan keluarga Lancaster yang sejak dulu ia idam-idamkan. Roscoe, lelaki yang tiga puluh tahun lebih tua dari Caroline, si tua yang impoten dan lebih pantas menjadi ayahnya  itu, kini menjadi suaminya.

Dua belas tahun setelah kejadian pada akhir musim panas itu, Roscoe menderita penyakit kanker yang sangat parah. Umurnya tinggal menghitung hari. Dalam keadaan seperti itu, Roscoe menyuruh Caroline menelpon Rink. Rink pun datang ke rumah mereka, The Retreat.

Akhirnya segala rahasia terbongkar. Ternyata Roscoe sengaja merencanakan segala hal dengan matang agar pada waktu itu Rink tidak menikah dengan Caroline. Bahkan menikahi Caroline adalah salah satu rencana Roscoe agar Rink tidak menikahi Caroline. Alasannya: karena Caroline adalah putra Dawson, yang tak sepantasnya menjadi istri Rink.

Menurutku, novel ini adalah novel yang penuh dengan konflik. Dan seksi, tentu saja. Sangat seksi sampai harus ada banyak bagian yang kena skip. Aku belum 18++ wooooo…..

Bagi pembaca yang mencintai konflik (macam aku), novel ini seru. Menarik karena, ya, konfliknya luar biasa padat. Betapa Roscoe dan Rink yang tak pernah akur bahkan setelah Roscoe meninggal, betapa kisah kasih Rink dan Caroline yang tetap sulit meskipun Roscoe sudah tiada.

Novel ini, sejujurnya mengungkapkan beberapa hal yang mungkin familiar di kehidupan kita sehari-hari. Masyarakat yang tukang gosip dan mau tahu aja urusan orang. Masalah yang ditimbulkan akibat pembagian harta warisan. Stigma yang diberikan masyarakat akibat keturunan. Impian seseorang yang miskin untuk menempati rumah mewah. Ketidaklaziman menikah dengan seseorang yang status ekonominya jauh berbeda. Kalau menurut pelajaran bahasa Indonesia, ini dinamakan nilai moral. Dan di soal ujian nasional, selalu ada pertanyaan “nilai moral yang tepat untuk kutipan novel di atas adalah…”.Hahaha…

Aku agak nggak habis pikir sama tindakan yang dilakukan Roscoe agar anaknya tidak menikah dengan Caroline. Nggak masuk akal aja sih, katanya dia nggak mau Rink menikah sama anak dari keluarga tidak terhormat, eh malah dinikahin sendiri. Aneh kan? Ya, aneh. Aku pikir si Roscoe ini orangnya emang agak sakit jiwa.

Sangat terganggu dengan betapa seksinya novel ini. Hubungan seks eksplisit. Sekali lagi, eksplisit. Kalau kebanyakan novel biasanya mentok di bagian buka-bukaan baju, nah, kalau novel ini dijelasin sampai selesai! Buat yang nggak kuat sama yang beginian, sangat tidak dianjurkan :D


5 comments:

  1. Setelah baca novel ini, jadi memikirkan apakah benar2 ada sosok Rink diluar sana,,hahaha..
    Nice story,,thanks for this,:)

    ReplyDelete
  2. Ditunggu resensi novel-novel yg lain,,<3

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...