Sunday, January 8, 2017

[Review] Pangeran Kertas - Syahmedi Dean


Judul: Pangeran Kertas
Penulis: Syahmedi Dean
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN13: 9786020307848
Tanggal terbit: 09 Oktober 2014
Tanggal baca: 04-05 Januari 2017
Rating: tengok di bawah review ya ­čśĆ

Nania hidup dalam kesepian. Papa dan mamanya tidak akur karena papa terlalu sibuk dengan karirnya sebagai entertainer. Di tengah kesepiannya, Nania gemar menyusun kata-kata indah dalam puisi. Salah satu puisi buatannya, Pangeran Kertas, menyatakan sosok impiannya.

Tanpa diduga, bertemulah Nania dengan sosok Raka yang ternyata sangat mirip dengan Pangeran Kertas, sosok impiannya itu. Namun di sisi lain, ia juga bertemu dengan Alvan, yang bukan sosok impiannya, namun selalu ada untuk Nania.

Raka, memang terlihat sebagaimana impian Nania selama ini. Namun, bisakah ia membawa sosok impian itu menjadi kenyataan?

Pangeran Kertas

Ketika lembar halaman buku bergesekan
Kudengar suaramu
Ketika kertas-kertas digoreskan
Kulihat isi hatimu
Ketika kuhirup setiap lembarmu
Kuhirup harummu
Ketika cinta kuadukan
Kudukan pada putihmu
Ketika aku berdoa
Oh, Tuhan
Aku jatuh cinta
Aku tahu
Engkau pangeranku yang belum ada


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Will be a short review.

Ini adalah pertama kalinya aku membaca karya Syahmedi Dean. Yang membuatku akhirnya memutuskan untuk membeli buku ini adalah karena aku tertarik dengan kover dan blurbnya. Blurbnya menggunakan kata-kata yang menurutku cukup puitis, dan cukup menggambarkan isi cerita.

Di awal buku ini, aku sempat heran, bahasa pencakapan Nania dan teman-temannya kok teenlit amat ya? Namun sebenarnya ini nggak terlalu menggangguku.

Yang spesial dari novel ini adalah gaya bahasa yang digunakan penulis. Puitis, menggunakan kata-kata indah, dan berisi beberapa puisi; namun tidak sepuitis seperti yang kubayangkan sebelumnya. Aku suka pada beberapa puisi di dalamnya, terutama yang berjudul Pangeran Kertas.

Ada beberapa latar tempat yang digunakan pada novel ini, salah satunya adalah India. Aku sangat menyukai penggambaran penulis tentang India. Sangat detail, yang tentunya didapatkan dari riset mendalam. Unsur latar India ini menurutku adalah kekuatan besar pada cerita ini.

Yang menurutku kurang dari tulisan ini adalah karakter tokoh. Dangkal, hingga aku tidak bisa mengetahui dengan jelas bagaimana karakter ketiga tokoh utama, bahkan karakter Nania sekalipun. Karena itu , aku belum bisa memilih karakter mana yang kufavoritkan. Karena itu juga, belum ada tokoh yang benar-benar melekat di ingatanku.

Lagi, menurutku penulis bisa lebih memperhalus alur cerita dan pergantian adegan. Pada beberapa bagian, alur cerita terasa sangat terburu-buru, sehingga aku merasa kehilangan detail. Bukankah lebih baik jika setiap cerita lebih didalami alurnya, diceritakan secara lebih detail, biar ujung-ujungnya novel ini bisa jadi lebih tebal dan nggak setipis sekarang? Dan terkadang untuk pergantian adegan, tidak ada batas jelas. Kasarannya, kadang aku lagi asyik menikmati satu scene lalu tiba-tiba cerita udah ke mana-mana aja.

Untuk jalan cerita sendiri, aku merasa kisah Nania ini cukup menarik untuk diikuti, walau endingnya ketebak juga. Sayangnya, aku merasa sosok Nania nggak spesial sama sekali untuk dijadikan rebutan dua cowok. Kalau cewek harus nulis puisi untuk diperebutkan cowok, kenapa pas SMA nggak ada yang memperebutkan aku?
kenapa malah curhat coba

Lalu, aku suka akhir ceritanya. Tipikal ending kesukaanku banget (kayaknya kapan-kapan aku harus membuat post berjudul "Daftar Tipikal Ending Kesukaan Wenny yang Nggak Mainstream".



Over all, novel ini punya sisi plus dan minus yang menurutku seimbang. Kalau kamu butuh bahan bacaan yang ringan, buku ini bisa dicoba.

⭐⭐⭐
3-stars. nice book.

pics taken from: here

2 comments:

  1. Jadi penasaran bukunya mbak. Judulnya jg unik, tp karakternya bikin penasaran dan gak terjelaskan ya sayangnya? TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, aku agak menyayangkan tokohnya sih. Kurang mateng.

      Delete

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...