Judul: Lovasket: The
Final Game
Seri: Lovasket,
#3
Penulis: Luna
Torashyngu
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit: Desember
2011
Jumlah halaman: 376
Rating: êê궶
Melanjutkan kisah Lovasket: For The Love of The Game, The
Final Game masih berkutat dengan cerita Savira Priskila dan segala tetek bengek
basketnya.
Vira kini tergabung dengan klub Puspa Kartika. Klub ini
sendiri tengah berjuang untuk memenangkan ajang bergengsi Women National Basket
League (WNBL). Semua berjalan lancar sampai klub ini menemukan banyak masalah,
mulai dari hengkangnya salah satu pemain terbaik mereka, keanehan yang terjadi
pada kapten Puspa Kartika, masalah pelatih, lawan yang mematikan, sampai
musibah yang menimpa Vira.
Akankah klub ini mampu bertahan, atau justru harus mengaku
kalah?
--o--
Ini kenapa ringkasan ceritanya cuma begini doang?
Jadi sebenarnya ada satu bagian di novel ini yang
benar-benar bikin kaget. Sebenarnya
pengen aku sebutin sih di ringkasan cerita, tapi aku pikir ntar kalian nggak
bisa ikut merasakan kekagetan yang kualami. Jadi silakan baca sendiri hahaha :D
Betapa Luna Torashyngu menarasikan pertandingan basket
secara detail dan hidup masih jadi daya tarik novel ini. Dia menarasikan
pertandingan tanpa cela. Menurutku, yang jadi cela di novel ini justru kisah
cinta antara Niken dan Rei. Entah kenapa menurutku kisah cinta dua orang ini
agak bikin cerita belok ke luar jalur. Aku justru akan lebih bahagia kalau
kisah cinta yang dibahas di sini adalah kisah cinta antara Vira dan Aji. Yah
seenggaknya kita pasti lebih mau tahu tentang kehidupan si tokoh utama daripada
kehidupan tokoh yang bahkan nggak ada hubungannya dengan tema utama cerita
(dalam novel ini basket).
Novel ini sering dibiarkan menggantung begitu saja. Aku juga
susah ngejelasinnya gimana. Pokoknya dalam novel ini, ketika adegan lagi
seru-serunya dan bikin penasaran, langsung diputus gitu aja. Nggak diterusin
sama sekali. Nah, ntar beberapa halaman kemudian baru disebutin gimana akhir
adegan tersebut. Disebutin pula, nggak dijelasin. Agak nggak puas sih, tapi ya
mau gimana lagi?
*Adegan? Serasa drama ya.* *slapped*
Jadi selain adegan basket-basketan, nggak ada hal lain yang
dijelaskan secara detail di sini. Apalagi sampai akhir hayat novel ini, aku
belum nemuin penjelasan dari kisah cinta antara tokoh utama dan Aji. Padahal
aku penasaran sebenarnya mereka berdua itu ngapain aja.
Konflik utama seri ketiga ini pelik banget. Namun kak Luna nggak banyak mengeksplor isi hati Vira. Di sini dia lebih mengeksplor bagaimana teman-teman Vira membantu si tokoh utama dalam menyelesaikan masalah.
Untuk masalah sampul buku, aku amat sangat lebih suka cover buku ini dibandingkan dua pendahulunya. Warna jingga cerah cukup menyegarkan mata. Si bola basket yang diletakkan di sana penempatannya juga artistik. Bukan begitu?
Eh, kalau nggak salah katanya kak Luna mau bikin buku keempat? Atau bahkan udah dibikin? IDK...
Review Seri Lovasket:
Lovasket, #1
Lovasket, #2
Lovasket, #3

No comments:
Post a Comment
Komentarmu, bahagiaku ^^