Friday, June 28, 2013

[Review] Boy Sitter - Muharram R

Judul: Boy Sitter

Penulis: Muharram R

Penerbit: Cinta

Jumlah halaman: 328

Tanggal terbit: February 2006

Rating: √™


Algheesa Hebadigri atau sering dipanggil Geca, siswa kelas dua SMA, mempunyai kehidupan yang menyenangkan di sekolah. Geca, Luna, dan Mila tergabung dalam Tweenies, satu geng yang cukup berpengaruh di sekolahnya. Selain Tweenies, ada pula empat geng lain yang berpengaruh di sekolah itu. Sayang, kelima geng itu tidak pernah akur.

Suatu hari, tak sengaja Geca merusak notebook Eva, teman sekolahnya yang juga tergabung dalam salah satu geng di sekolah itu, sehingga dengan sangat terpaksa Geca harus mengganti notebook yang mahal itu. Tapi duit dari mana coba?

Atas saran Mila, Geca bekerja menjadi babysitter part time di tiga rumah berbeda. Di rumah pertama, okelah. Di rumah kedua, walau anaknya nakal tapi okelah.

Di rumah ketiga?

Monster!

--o--

Hmm, sepertinya ringkasan cerita yang aku buat justru lebih bikin penasaran daripada sinopsis di belakang novelnya. Waktu aku baca sinopsis di belakang novel, aku tahu persis seperti apa jalan ceritanya. Bahkan, hei, aku bisa menebak akhir ceritanya dengan sangat tepat, bahkan sebelum aku membuka halaman demi halamannya! Harusnya nggak usah baca novel ini pun aku udah tahu ceritanya dari awal sampai akhir kok :P

Dari sisi ide cerita, baiklah, ceritanya tipikal FTV: cerita nggak masuk akal yang dipaksa gimana caranya biar bisa menghibur, ending yang gampang ketebak, dan too easy to be true. Entah kenapa hidup rasanya gampang banget kalau membaca (dan menonton) cerita tipikal FTV ini.

Dari segi penokohan, entah kenapa semua tokoh di sini lebay. Mungkin untuk mempertangungjawabkan tulisan "lucu" yang ada di covernya kali ya? Tampaknya penulis memang berusaha keras untuk itu, tapi kesan yang kutangkap malah novel ini jadi kelihatan maksa. IDK.

Gaya bahasa! Nah, ini dia, nggak kalah lebay dari tokoh-tokoh yang ada di novel ini. Atau mungkin ini ciri khas penulis? Nggak tahu juga sih, lagian aku belum pernah baca karya lain dari penulis satu ini.

That's all the bad side. The good one?  Well, membaca gaya bahasa penulis, apalagi tingkah para tokoh yang lebay dan ngeselin, jujur aja beberapa kali aku sukses ketawa ngikik. Terus aku juga gemes sama cara si tokoh cowok menyebut namanya. Like a cute baby, you know...
*kemudian alur ceritanya sendiri udah mulai ketebak*

*lirik nama penerbit*
Hmm, entah kenapa aku agak "gimana" kalau membaca nama penerbit ini. Aku jadi pengen baca novel terbitan penerbit ini lagi, observasi aja sih apa novel terbitannya begini semua.

*kemudian ngacir*

No comments:

Post a Comment

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...