Wednesday, January 29, 2014

[Review] Pacarku Juniorku - Valleria Verawati

Judul: Pacarku Juniorku

Penulis: Valleria Verawati

ISBN: 9792231536

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman: 208

Tanggal terbit: 2007

Rating: 1/5


"Tidak semua laki-laki bersalah padamu..."

Bia, seorang ketua OSIS SMA Constantine 4 yang terkenal galak seantero sekolah ini juga terkenal sebagai anticowok. Dia seperti membenci semua cowok yang ada di dunia ini karena pengalaman pribadinya. Ia sendiri adalah anak yang dilahirkan di luar nikah, dan ayah kandungnya meninggalkannya dan ibunya bahkan sebelum ia lahir. Sementara Papa Ivan, pria yang menikah dengan ibunya, justru meninggalkan ibunya begitu saja.

Namun sejak kegiatan MOS, ada satu adik kelasnya, Egi, yang selalu mengejar-ngejar dirinya. Hal ini membuatnya muak dan membenci Egi.

--o--

Ketika aku sedang mencari novel yang mengandung unsur persahabatan masa SMA, aku mendapatkan novel ini sebagai bahan rekomendasi. Thanks a lot :)

Tapi sepertinya ada yang salah mengenali seleraku *digampar keluar dasbor blogger*.

Novel ini justru menyadarkanku bahwa tokoh-tokoh dalam novel teenlit selalu ada di luar angan-anganku sendiri. Apakah semua anak SMA di ibukota sana udah banyak yang bawa mobil kemana-mana dan suka jalan-jalan ke mall seenaknya ya? Nggak cuma di novel ini, tapi di novel lain juga. Aku nggak tahu, karena aku nggak pernah jadi anak SMA di ibukota. Makanya aku tanya *eh Wen, kenapa kamu jadi nyinyir gini?*

Yang jelas, aku merasa konflik dalam novel ini terlalu biasa dan dipaksakan. Aku bahkan udah tahu gimana ending novel ini begitu membaca judulnya. Sepertinya ada kealpaan fatal yang dibuat oleh sang pemberi judul. Mungkin itulah mengapa setelah merilis novel ini, si penulis kemudian meluncurkan novel berjudul Rahasia *digampar*. Begitu membaca blurbnya, aku jadi tahu nggak hanya endingnya, tapi 2/3 jalan ceritanya udah ketebak.
Ya, kecuali bagian "itu".

Konfliknya terlalu dangkal ya kayaknya. Padahal aku menginginkan pertengkaran antara Bia dan Tammy jadi greget banget gitu. Ya kan namanya sahabat rebutan cowok gitu. Kalau di dunia nyata pasti lebih panas *pengalaman pribadi, Wen?*. Emosiku belum bisa teraduk-aduk sih, padahal kalau konflik-konflik di novel ini diolah lebih dalam lagi, mungkin jiwa dalam novel ini akan lebih keluar. Karakter Bia juga terlalu mudah berubah. Mungkin aku akan lebih mengampuni kalau karakter Bia berubah dengan baik-baik saja. Tapi ini...

Yang paling bikin aku nggak sreg sama novel ini (dan ini masalah krusial) adalah cara penulis mengakhiri novelnya. Yang di rumah sakit itu lhoooooooo duuuuuh padahal aku nunggu ending yang manis dari *sinyal ilang* *usir spoiler* tapi kok endingnya gini amat -_-

Waktu ngelihat gaya bahasa yang dipakai penulis dalam novel ini, apalagi melihat tahun terbitnya, aku sempat menduga bahwa novel ini adalah novel debut Valleria Verawati. Tapi sepertinya nggak karena ada juga novelnya yang diterbitkan tahun 2005. Tapi aku percaya selalu ada perbaikan di setiap karya-karya beliau.

Ya walaupun aku paling bisa mengorek koreng dari karya orang lain, belum  tentu juga sih aku bisa bikin karya sebagus mereka punya ._.

No comments:

Post a Comment

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...