Sunday, December 1, 2013

[Review] Good Memories - Lia Indra Andriana


Judul: Good Memories
Penulis: Lia Indra Andriana
Penerbit: Haru
ISBN13: 9786027742222
Jumlah halaman: 336
Tanggal terbit: September 2013
Tanggal baca: 18 November 2013

"Inikah cinta? Membuatmu rela melakukan tindakan bodoh yang tak masuk akal?"

Ketika banyak sekali orang Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di negeri lain yang lebih maju dari Indonesia, tampaknya Maya bukan salah satu di antaranya. Maya sangat benci kuliah di Korea Selatan karena ia harus menjalani hubungan jarak jauh dengan pacarnya, Alva. Apalagi ditambah Alva yang memaksanya untuk segera pulang, membuat Maya semakin ingin segera kembali ke negaranya dan menjalani hubungan yang baik-baik saja dengan Alva.

Maya harus mengulang pelajaran bahasa Korea di level dua karena ketika ujian ia mengalami sakit. Kejadian ini membuatnya merasa punya peluang untuk berhenti kuliah dan kembali ke Indonesia. Maya bahkan sudah mulai membuat kenangan baik bersama teman-temannya dengan kamera polaroid kesayangannya. Namun apadaya, papanya justru marah dan mengharuskan Maya kuliah di Korea Selatan sampai lulus strata 1. Apalagi kartu kreditnya diblokir. Alva juga ikut-ikutan marah dan mengancam akan memutuskan hubungan mereka berdua jika Maya tidak datang ke acara ulang tahunnya yang akan berlangsung 3 bulan lagi.

Di tengah kebingungan Maya dalam mencari kerja part time untuk mencari uang demi menghadiri acara ulang tahun Alva, muncullah sosok Luc. Pemuda Perancis yang menurut Maya berbeda dengan lelaki Perancis lainnya. Mereka akhirnya berteman karena Maya memberikan Friendvitation, sebuah kupon pertemanan yang masa berlakunya habis dalam tiga bulan.

"Tiga bulan lagi, di waktu dan tempat yang sama, aku akan mengevaluasi apakah kau layak diberi tambahan kupon pertemanan."

Namun, Luc menganggap Maya sebagai lebih dari sekedar teman. Luc bahkan menyatakan dengan jelas bahwa ia menyukai Maya, walaupun ia tahu Maya masih memiliki Alva. Maya pun tahu Alva menunggu kepulangannya di Indonesia.

"Maya tahu Luc menginginkan sesuatu yang lebih. Ia sempat ketakutan jika tiba-tiba Luc mengungkapkan isi hatinya. Ia takut persahabatan mereka rusak. Tetapi saat ini, bukan ketakutan yang ia rasakan. Ada perasaan aneh lain yang menyelip di hatinya."

--o--


"Sejak kapan ia jadi begini? Mengorbankan dirinya demi orang lain?"

Novel ini merupakan buku ketiga dari seri Hi! Kwangdae, setelah Close To You dan Ojou!. Memiliki tema dan konflik yang sederhana, ringan, tetapi tetap menarik untuk dibaca dan diikuti. Ide penulis tentang kupon-kupon ini juga menurutku menarik dan menjadi ciri khas novel ini.

Jujur saja, walaupun Lia Indra Andriana terkenal dengan keproduktifannya dalam menelurkan karya-karya baru, namun buku ini adalah karya pertama Lia yang kubaca. Namun hanya dengan membaca satu karyanya, aku bisa melihat gaya bercerita Lia yang cenderung singkat dan padat dalam deskripsinya. Hal ini menjadikan Good Memories mempunyai karakter yang unik, walau harus aku akui bahwa pada beberapa bagian aku merasa Lia terlalu terburu-buru dalam menjelaskan keadaan yang terjadi dalam ceritanya sehingga aku agak kesulitan mengikuti.

Dalam novel ini, beberapa tokoh memang berasal dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Perancis, Jepang, China, dan tentu saja Korea Selatan. Keragaman ini membuat Good Memories terlihat unik. Aku berharap bisa menemukan sedikit budaya negara-negara tersebut dalam diri maisng-masing tokoh, namun sayang sekali aku hanya menemukan sentilan budaya dan adab-adab Korea di sini. Mungkin karena latar novel ini memang Korea? Jujur saja aku berharap Luc bisa menunjukkan ke-Perancis-annya, atau Yujin menunjukkan ke-China-annya, atau Maya menunjukkan ke-Indonesia-annya, namun aku belum menemukannya di sini.
Oh Wen, ingat, di sini kan temanya Korea -_-

Untuk masalah penokohan, aku suka cara penulis menggambarkan karakter Maya. Maya yang keras kepala ini menurutku menjadikan jiwa dalam novel ini menjadi hidup. Namun penokohan Luc sendiri menurutku masih mengambang karena aku masih kesulitan menemukan karakter dominan dalam diri Luc.

Aku agak kecewa dengan ending dari novel ini karena penyelesaian konfliknya terlalu mudah dan terburu-buru, namun sebenarnya ide penulis untuk mengakhiri cerita ini sangat unik. Mungkin jika pada bagian-bagian tertentu pada ending (yang tidak bisa kusebutkan di sini karena takutnya mengandung spoiler) ini lebih dieksplorasi, akhir cerita akan berakhir dengan sangat baik.

Over all, novel ini memiliki ide cerita yang bagus walaupun penyelesaian konfliknya menurutku teralu mudah. Apakah kamu sudah membaca Good Memories juga? Bagaimana pendapatmu?

⭐⭐⭐✰✰




1 comment:

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...