Saturday, May 18, 2013

[Review] Rare Beasts (Edgar & Ellen, #1) - Charles Ogden

Judul: Hewan Langka

Judul asli: Rare Beasts

Series: Edgar & Ellen, #1

Penulis: Charles Ogden

Penerbit: Matahati

Tahun terbit: 2007 (2003 dalam bahasa asli)

Jumlah halaman: ?

Rating: êê




Di sebuah kota bernama Nod’s Limbs, terdapat sebuah rumah kelabu yang sempit tetapi sangat tinggi. di rumah itulah kedua tokoh utama dalam cerita ini tinggal. Edgar dan Ellen, si kembar yang kehilangan sosok orangtua dan telah berubah menjadi sosok yang nakal. Kenakalannya telah tersohor ke seluruh penjuru kota, bahkan konon kenakalannya telah terlihat sejak mereka masih dalam kandungan.  Setelah bosan bermain-main dan melakukan kenakalan yang masuk kategori wajar, mereka berinisiatif untuk melakukan kenakalan lain. Sebenarnya banyak ide nakal yang bermunculan di otak mereka, namun apa daya setiap ide itu butuh uang untuk merealisasikannya. Sayangnya, mereka tak punya uang. Nah, ketika melihat acara Berkeliling Dunia Bersama Profesor Paul di TV bersama Pet (binatang peliharaan mereka) tentang hewan eksotis, muncullah ide untuk mendapatkan uang dengan cepat.

Mereka mencuri semua binatang peliharaan warga Nod’s Limbs. Kucing, anjing, hamster, sampai ular raib dari tangan-tangan pemiliknya. Si kembar mendandani binatang curiannya dengan cat, pernak-pernik, dan tanduk buatan. Dan keesokan harinya, ketika semua anak di kota bingung dan galau karena kehilangan binatang peliharaannya, si kembar mendirikan toko binatang langka dan eksotis dengan barang dagangan binatang ciptaan mereka.

Timbul pertanyaan.

Berhasilkah mereka dalam menghasilkan uang?

--o--

Review tipis, setipis bukunya.

Sampai sekarang aku masih bingung, apakah cerita ini masuk dalam kategori cerita anak?
Cerita yang ditawarkan cukup menghibur. Ilustrasi yang dihadirkan dalam buku ini pun lucu. Tapi jujur saja aku masih belum mendapatkan “sesuatu” dari buku ini selain hiburan. Makanya aku cuma bisa kasih dua bintang.

Sesuatu apa sih yang aku harapkan dari buku tentang kenakalan anak-anak?
Ya, aku memang menginginkan “sesuatu”. Nilai moral mungkin? Nah, kalau di buku ini, aku nggak merasakan penekanan pada pesan “jangan jadi anak nakal”. Justru yang ditekankan cuma kelucuan yang dilakukan Edgar dan Ellen. Ya, cuma itu. semacam kehilangan greget.

Tapi aku masih penasaran sih dengan buku keduanya. Semoga suatu saat bisa download *kemudian disepak penulisnya*.

2 comments:

  1. Aku baca buku ini dari buku tiga doang dan sampai sekarang belum ada buku lain dari seri ini yg kubaca. Padahal ya, lumayan menyenangkan bacanya.
    Btw, salam kenal Wenny. ^^

    ReplyDelete

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...