Tuesday, August 16, 2016

[Review Film Adaptasi] 3600 Detik


3600 Detik
Sutradara: Nayato Fio Nuala
Produser: Chand Parwez Servia, Fiaz Servia, Raza Servia
Penulis: Haqi Achmad
Pemeran: Stefan William, Shae, Wulan Guritno, Indra Birowo,
Feby Febiola, Agung Udijana, Joshua Suherman, Ponco Buwono
Musik: Andhika Triyadi, Shae, Birdy, Oly Winner
Sinematografi: Freddy A. Lingga
Penyunting: Tiara Puspita Rani
Perusahaan produksi: Kharisma Starvision Plus
DistributorKharisma Starvision Plus



Hidup Sandra mendadak berubah ketika Papa dan Mama bercerai. Untuk menunjukkan kemarahannya, Sandra mengecat rambutnya menjadi merah. Kini tidak ada lagi yang mau berteman dengan Sandra. Mama mencoba memperbaiki keadaan dan mengajak Sandra pindah ke luar kota.
Di sekolah baru, Sandra bertemu Leon, seorang juara kelas yang sangat bersahabat. Biasanya, kebanyakan orang takut dengan Sandra yang ketus dan urakan. Biasanya, rambut merah Sandra membuat orang lain memandangnya aneh. Tapi, Leon berbeda. Leon menawarkan Sandra pertemanan. Leon membawa Sandra pada petualangan baru yang seru. Kenakalan-kenakalan yang dibuat Sandra membuat Pak Doni menugaskan Leon mengawasi Sandra dan membuat jadwal harian di mana Sandra dan Leon harus belajar bersama.
Seiring dengan berjalannya waktu, Sandra dan Leon semakin dekat. Sandra memberi warna baru di hidup Leon yang semula terasa datar. Leon membantu Sandra menjadi lebih baik. Ketika semuanya terasa mulai membaik, tiba-tiba Leon menghilang dan tidak bisa dihubungi. Yang lebih parahnya lagi, Leon ternyata menyimpan sebuah rahasia besar dan Sandra tidak pernah mengetahuinya
--wikipedia
-

Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Charon, film ini membuatku tertarik saat pertama kali menemukannya di hard disk temanku kemudian aku mencurinya. Seperti yang bisa kalian baca di reviewku yang ini, aku suka ide cerita novelnya. Sayangnya aku merasa penulis agak terburu-buru dalam mengisahkan konflik antara Sandra, Leon, dan keadaan yang mereka alami. Aku pun kemudian penasaran, bagaimana cerita yang apik ini dikemas dalam sebuah film.

Stefan William, yang ganteng dan sebagainya itu, menurutku pribadi nggak begitu cocok memerankan Leon yang seorang anak rajin. Tampaknya wajah Stefan William lebih cocok memerankan cowok ganteng, kaya, pujaan wanita, dan lain sebagainya. Eh, ini subyektif sih, abaikan saja.

Sementara itu, Shae menurutku sudah cukup mewakili gambaran Sandra yang ada di kepalaku saat aku membaca novel ini, walau menurutku saat memerankan anak nakal dia tampak agak kaku. By the way, aku merasa pada beberapa momen dia terlihat mirip sama Yuki Kato. Apa cuma perasaanku aja?



Alur cerita di film ini kurang lebih sama dengan yang ada di novel, tidak ada perubahan yang signifikan. Dan menurutku, baik di novel maupun film, keduanya memiliki alur yang cepat. Agak terkesan terburu-buru. Pada saat konflik memuncak, aku justru merasa alur film ini sangat terburu-buru, agak lebih parah daripada novelnya.

Chemistry di antara kedua tokoh belum terlihat jelas, apalagi saat bagian awal di mana Sandra jadi anak nakal dan urakan. Walaupun begitu, kedua tokoh sudah menampilkan perannya dengan totalitas tinggi. Aku suka make up Shae dari awal sampai akhir, karena membuatnya semakin mendalami tokoh Sandra.

Ngomong-ngomong, bagian ketika Leon main piano itu terasa agak annoying buatku, soalnya entah mengapa dia terlihat kurang serius. Perhatikan tangannya.



Ya, sebenarnya mau bagaimanapun juga, aku akan selalu lebih suka novel daripada sebuah film terjemahan, ya mau bagaimana lagi hahaha...



-------------------------------------------------------------------------------


Hai! Penasaran ke mana Widy Bookie selama dua bulan ini?

Penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya atas menghilangnya Widy Bookie dari peradaban. Selama dua bulan kemarin, penulis tengah mengabdi dalam rangka KKN di pelosok Kalimantan Utara. Sinyal internet sangat menyedihkan dan biar pencitraan aja sih hiatus blog biar dikira mengabdinya serius.

Oh ya, berhubung penulis sedang kurang kerjaan, maka penulis berencana mengadakan giveaway buat pembaca blog yang paling penulis sayangi. Hadiahnya kecil-kecilan aja, yaitu beberapa buku dari koleksi pribadi. Atau barangkali kamu mau jadi sponsor dan bersedia menambahkan hadiah? Hahaha...

Gimana, mau nggak? Nggak? Mau?


-------------------------------------------------------------------------------

pictures come from here and here, edited by me

widywenny^^

5 comments:

  1. Aku udh download nih filmnya, ngeri-ngeri sedap awalnya. Baru nonton 10 menit pertama aku tutup *ga kuat mental :D*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh.. eh.. eh.. kenapaaa?? *Jadi Kepo

      Delete
  2. mau dong, gmn caranya biar bisa dapet hadiah?? hehe

    ReplyDelete
  3. aku ga sempet nonton di bioskop nih, mau ga mau nunggu bajakannya :(

    ReplyDelete
  4. Salam kenal.. kunjungan perdana :)

    Wah, baru tau Shae main film, cuma tau dia nyanyi aja.. hihi..

    Saya juga suka review film, cuma baru tahu ada judul ini..

    Oh..ya..blognya sudah saya follow ya.. boleh colek saya kalau bikin GA, kali bisa ikutan atau jd sponsor. Saya Tunggu GAnya :)

    ReplyDelete

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...