Thursday, April 18, 2013

[Review] Perahu Kertas by Dee



Judul : Perahu Kertas

Penulis : Dee

Penerbit : Bentang Pustaka

Terbit : 29 Agustus 2009

Halaman : 456

Rating : 3-stars



Yang aku pikirkan pertama kali saat melihat cover buku ini adalah cerita tentang anak-anak yang tengah dalam proses belajar. Ternyata aku tertipu hehehe :D

Novel ini berkisah tentang Kugy, seorang gadis berantakan yang kuliah di Bandung dan Keenan, pemuda yang sempat menghabiskan hidupnya di Belanda, tetapi karena sang ayah memaksanya untuk kuliah di Bandung, akhirnya dia nurut juga. Keenan adalah seorang pelukis, sedangkan Kugy adalah seseorang yang sangat ingin menjadi penulis dongeng. Noni (sahabat Kugy) dan Eko (sepupu Keenan) yang berpacaran akhirnya mempertemukan keduanya. Dari sanalah kisah bermula.



Suatu hari, Noni mempunyai ide brilian untuk menjodohkan Keenan dengan sepupunya, Wanda. Kugy yang sebetulnya menyukai Keenan (walaupun ia masih memiliki pacar, Joshua) patah hati.

Namun, suatu saat ketika Wanda dan Keenan sudah pacaran, Keenan baru menyadari bahwa Wanda telah melakukan pembohongan besar yang cukup untuk membuat semua pengorbanannya selama ini jadi tak berarti.

Di lain sisi, Kugy yang patah hati kian hari kian berubah saja.

Lalu~~~

Temukan novel ini di toko buku kesayangan anda!

Secara keseluruhan, aku pikir novel ini bertemakan teen romance.
Ya aku agak kecewa sih, soalnya aku baca Partikel dulu sebelum ini. Jadi sebelum baca Perahu Kertas, standar Partikel yang tinggi membuat aku berharap banyak pada novel ini. Aku pikir novel ini bertema agak dewasa dikit lah. Konflik yang dibikin itu khas banget teenlit. Terlalu mengada-ada. Ya coba aja Kugy setia sama pacarnya, cerita ini nggak bakal terjadi :D

Jadi intinya sih aku nggak terlalu suka ._.

Yang aku suka dari novel ini adalah pas Keenan ada di Bali dan Dee pintar banget membawaku ke Bali lewat tulisannya. Hal inilah mungkin yang "menyelamatkan" novel ini dari kategori "jauh di bawah ekspekstasi saya".


Dee, aku percaya kemampuanmu pasti jauh di atas ini. Mungkin penyegaran tema memang diperlukan agar kamu nggak dicap sebagai penulis novel berat melulu, tapi jangan keseringan. Sayang banget kalau kamu harus jadi mendadak penulis teenlit gini.


*addition*
Mungkin ini telat, karena aku yakin 98% dari kalian pasti udah nonton film Perahu Kertas dan Perahu Kertas 2 sejak dari jaman dahulu kala. Tapi nggak apa-apa lah aku cantumin di sini :D


credit
credit
Dua film ini booming banget di sekolahku. Aku sendiri, mengingat aku nggak terlalu suka sama novelnya, aku yakin banget kalau aku pasti akan lebih nggak suka sama filmnya. Aku masih menganut prinsip "film adaptasi pasti lebih jelek dari novelnya". Jadi sampai sekarang aku masih BELUM NONTON FILMNYA SECARA LENGKAP.
Apalagi pas tahu kalau filmnya dipecah jadi dua, aku makin nggak minat untuk nonton film keduanya.
Jadi maaf kalau aku nggak bisa kasih pendapat apa-apa tentang film ini. So sorry T_T
Oh ya, menurutku Maudy Ayunda terlalu cantik buat dijadiin Kugy. Ya nggak sih kalau kata Dee, Kugy itu berantakan? Kok di film ini dia cerderung stylish ya?
Terus Adipati Dolken cakep ya :3

Tambahan:
credit
Afika lucunya kagak nahaaannnn...

No comments:

Post a Comment

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...