Saturday, April 27, 2013

[Review] Memamah Jantungmu by Rohani Syawaliah


Judul: Memamah Jantungmu

Penulis: Rohani Syawaliah

Penerbit: Honeylizious

Terbit: 2011

Halaman: 222

Rating: 1-star

Sedikit mengandung spoiler.

Aku dapat novel ini sekitar setahun yang lalu dari kuis twitter. Sudah berdebu di timbunan selama setahun. Karena takut dimakan rayap, aku baca aja. Tadinya agak gimana gitu sama covernya, jadinya si buku kalah deh sama buku-buku yang lain menanti antrian buat dibaca hahaha :D


Tadinya mau ngecek dulu di goodreads berapa rating rata-ratanya. Eh tapi ternyata NGGAK ADA DI GOODREADS! Jadilah si Goodreads Librarian yang baik hati ini memasukkan Memamah Jantungmu dengan rapi di Goodreads. Si penulis harus berterima kasih sama aku nih hahaha :D *dikeplak penulis*

Gilda mengalami kejadian mengerikan semasa kecil. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika seluruh anggota keluarganya dibunuh oleh para pembunuh keji itu. Mereka membunuh keluarganya dengan cara yang mengerikan: mengambil jantungnya! Jadi dadanya diobok-obok gitu buat ngeluarin jantungnya. Nggak usah dibayangin kalau nggak pengen mual!

Dia hidup dalam bayang-bayang mengerikan itu. suara-suara misterius itu terus mengganggunya. Sampai suatu hari ia kembali ke rumah lamanya tempat pembunuhan itu terjadi dan…

Oh, ternyata ayah Gilda menyembunyikan sesuatu. Makanya dia harus berkorban nyawa. Kenapa cuma Gilda yang bisa selamat dari pembunuhan maut itu? yak arena Gildalah yang harus menyelamatkan sesuatu itu.

Cover yang ini agak aneh ya? Tapi kayaknya ada cover yang lain deh. Silakan browsing.
Kekurangan yang paling fatal yang membuatku tega memberikan satu bintang saja adalah  ketidaklogisan cerita. Waktu keluarganya Gilda dibunuh, bukannya mendoakan biar keluarganya diterima di sisi Tuhan dan masuk surga, dia justru membayangkan keluarganya berubah wujud jadi zombie. Dasar anak kurang ajar -,-. Lalu suara-suara misterius yang didengar Gilda itu, itu suara siapa? Apakah suara setan, suara yang sengaja diprogram sama ayah Gilda, atau Gildanya depresi karena kematian keluarganya? Terus kenapa Gilda merasa kalau ada yang ingin membunuhnya? Lalu kenapa pembunuh-pembunuh itu bisa tahu keberadaan Gilda waktu dia pulang ke rumah dan bahkan ketika dia menginap di warung? Kenapa mereka membunuh semua orang, termasuk yang nggak bersalah? Kok darah Gilda bisa menyembuhkan HIV/AIDS dengan indahnya? Kok bisa darah Gilda nggak ada golongannya? Lha terus demi apa Gilda dihilangkan ingatannya dan dikasih anak sama suami bohong-bohongan? Itu anak sama suami siapa?
Kenapa kayaknya semua tokoh di novel ini (kecuali Gilda) adalah ODHA? Kenapa? Kenapaaaa?????
Bisa dijelaskan?
*reviewer bawel*

Intinya setiap kejadian itu harus bisa dijelaskan, walaupun novel ini bukan novel detektif-detektifan. Kalau logika ceritanya mampet, yang baca kan jalan pikirannya bisa ikut mampet.
Oh ya, kayaknya novel ini juga mencemarkan nama baik kepolisian *eh*.

Duh kak Rohani, semoga kamu nggak menyesal udah kasih novel ini ke aku. Maaf kalau reviewku kali ini adalah review paling bawel dari sekian banyak review yang kamu temui. Semoga novelmu berikutnya bisa jauh lebih baik dari novel ini. Kalau kamu kasih aku novel gratis lagi, aku mau kok review novelmu lagi hahaha…
*pecinta gretongan*

3 comments:

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...