Thursday, April 18, 2013

[Review] 5 cm by Donny Dhirgantoro




Judul: 5 cm


Penulis : Donny Dhirgantoro



Penerbit : Grasindo



Tahun terbit : 2005



Halaman : 381



Rating : 1-star





Waktu tahu buku ini berkisah tentang perjalanan menaiki puncak Mahameru, aku penasaran banget sama isinya.



Kesan-kesan yang aku dapat dari buku ini:
1. Tampaknya penulis punya banyak sekali stok quotes sampai-sampai seluruh koleksi quotes by famous people-nya harus dimasukin semua ke buku ini.
2. Penempatan brand suatu product seperti “Indomie, Yupi” disisipkan begitu saja tanpa tedeng aling-aling. Hal ini sangat mengganjal. Setidaknya jangan jadikan novel sebagai ajang iklan.
3. Bagian awal novel ini sangat memusingkan. Pengenalan tokoh justru hanya membuat novel ini terasa bertele-tele. Baru sampai bagian awal perkenalan tokoh saja aku nyaris menyerah untuk melahap buku ini.
4. Terlalu banyak menyebut nama artis beserta lirik lagunya. Akan sangat lebih baik kalau bait-bait itu merupakan tulisan asli penulis. Sekali lagi, sekumpulan quotes dan ajang iklan.
5. Banyak filsafat yang dipaksakan.
6. Aku tak mengerti mengapa kelima sahabat itu harus lost contact selama tiga bulan. Tidak logis sama sekali. Kalau memang mereka bersahabat, kenapa harus putus hubungan? Aneh kan?
7. Aku merasa hanya membaca obrolan pemuda-pemudi tanpa makna. Apalagi pada bab-bab awal.
8. Anehnya, sang penulis mengungkapkan secara gamblang pikiran-pikiran mesum beberapa tokohnya.
9. Deskripsi tentang beberapa tempat di sekitar Mahameru masih belum bisa membuatku sukses membayangkan tempatnya (atau mungkin feelingku saja yang nggak peka?)
10. Moment mereka mengibarkan bendera di puncak harusnya jadi momen yang mengharukan. Tapi sepertinya penulis kurang total di bagian itu.
11. Endingnya, endingnyaaaaaaaaa~~~~

Novel ini punya banyak amanat. Banyaaaaaaakk banget. Cuma aja belum terlalu mengalir.

Buat yang suka sama novel petualangan, recommended
But for me, it's just one star.



*addition*

Nah, satu lagi novel Indonesia yang diadaptasi ke layar lebar.


Tapi aku belum nonton. Aku masih punya keyakinan kalau film yang diadaptasi dari novel yang udah aku baca pasti akan lebih jelek dari novelnya. Apalagi novelnya sendiri cuma aku kasih 1 bintang.

Tapi mengingat yang nggak aku suka dari novel ini adalah gaya bercerita Donny Dhirgantoro, dan di film tentu saja kita nggak akan menemui gaya bercerita si penulis dan yang dipakai cuma idenya aja, mungkin film ini akan lebih baik dari novelnya. Entahlah...

No comments:

Post a Comment

Komentarmu, bahagiaku ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...